Selasa, 17 Maret 2015

Kena Tilang Karena SPION

Kejadian ini sekitar tahun 2010an kalo gak salah. Waktu itu motornya Bang Adi habis jatuh di parkiran atau gimana, sehingga spionya patah, karena gagang spion terbuat dari aluminium maka untuk menyambung harus mencari tukang las aluminum.
Berdasarkan informasi, las aluminium adanya di daerah comboran. Sehingga kami berdua capcus dari daerah Sumbersari menuju comboran, tentunya untuk mencapai comboran harus melewati alun2 kota Malang, kebetulan yang nyetir di depan aku, SIM jg ada, STNK oke, Helm SIAP, LAMPU oke, hanya spion yang nggak oke, karena spion dipegang oleh Bang Adi ditanganya.

Berangkatlah kami berdua, dengan santainya menuju wilayah comboran, ketika melewati alun2 kota malang saya sudah melihat ada polisi yang ngliatin, dia berdiri di pos polisi pojokan, aku dengan santainya melenggang, sambil melirik2 polisi tersebut,
Dan.. dugaanku benar, aku pasti dikejar, sampai di depat Tren di pinggirkan, akhirnya minggir juga, ketika dimintai surat2nya aku tunjukan, eh bukanya dilihat malah di bawa, katanya ke pos,, Okelah, aku ikuti polisi tersebut. Dan ternyata dibawa ke pos polisi Kasin.
Bang adi saya suruh jaga motornya di luar, aku yang masuk.dan terjadilah saya di “investigasi”
Polisi   : Kamu tau salahnya apa?
Aku     : nggak ada yang salah pak, surat2 smua jg ada, helem ada,
Polisi   : spionya kamu nggak ada.
Aku     : ada kok pak, la ini… (kebetulan spion tadi jg aku bawa masuk pos)
Polisi   : kenapa gak dipasang?
Aku     : ini jg lagi jalan mau masang pak, mau cari tukang las,
Polisi   : tukang las kan banyak, apa tadi jalan dari sana nggak ada tukang las?
Aku     : ada pak tapi las besi, saya carinya las aluminium, karena ini aluminium,dan katanya las aluminium adanya di comboran pak,,,,
Polisi   : sudah2 tilang aja
Aku     : oke pak tilang aja wes nggak papa,mben tak siding
(bilang tilang tapi kertasnya nggak dikasih2kan, cie cieeee…)
Polisi   : oke yang saya tahan STNK apa SIM?
Aku     : SIM aja pak, soalnya STNKnya bukan atas nama saya
Polisi   : ya nggak bisa, harus STNK, kalo yang salah orangnya baru SIMnya, ini kan motornya yang salah.
Aku     : gimana motornya yang salah pak?bukanya aku yang bawa,
Polisi   : kalo orngnya yang salah itu misalkan nggak pake helem,gak bawa STNK dll
Aku     : Trus kalo yang salah motornya itu gimana contohnya?
Polisi   : nggak ada spion, nggak ada lampu dll ( saya ketawa, pak polisinya malah mencureng)
Aku     : pak kalo misalkan motor saya tadi nggak ada Ban nya yang salah siapa pak?saya atau motornya?
Polisi   : (diem nggak bisa jawab),  sudah2 sidang aja,
Aku     : dari tadi saya juga minta siding pak,

Dan akhirnya polisi tersebut nulis2 di surat tilang, tapi giliran tak minta tandatangan bolpoinya nggak dikasihkan, malah nanya lagi
Polisi   : udah gini aja, kamu bawa uang berapa?
Aku     : (dengan jujur) 30ribu pak
Polisi   : udah 30rb aja kalo gt
Aku     : ya nggak bisa pak, trus kalo aku ngelaskan nanti pake apa?udah sidang aja deh
(agak lama aku di tinggal wira wiri,aku biaran saja,mungkin karena geregetan minta 20rb, eh aku disisain 10 rb. Okelah aku kasih, kasian, mungkin belum makan siang,
Setelah selesai menerima uang aku Tanya lagi

Aku     : sekarang aku Tanya pak, dimana las aluminium?
Polisi   : Tuh di comboran, dah deket kok, lewat aja sini lurus,,,

Dengan terpaksa berangkatlah kami berdua ke comboran, da ke tukang las sesuai yang di tunjukan polisi, kalo gak salah ongkos lasnya Cuma 5rb mungkin lupa aku, dan uang kami sisa 5 ribu, heheheh
Saya Cuma membatin, oalah pak pak, ngomongo ae lek belum sarapan,tau gitu tadi aku bungkusin nggak usah nilang2,





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran