Dulu saya mulai menjadi pemulung
sekitar kelas 3 SD, karena anak2 disekitar lingkungan saya rata2 sudah menjadi
pemulung, sehingga akupun ikut-ikutan seperti mereka. akan tetapi itu bukan profesi tetap, karena
hanya ikut2an saja, hanya sekedar untuk menambah uang jajan.
Kebetulan lokasi kampung saya dekat
sekali dengan area asrama TNI,yaitu Yonif Linud 502 dan Brigif Invantri 18
sehingga saya mencari barang2 yang bisa dijual di area TNI, di sekitar
perumahan-perumahan dinas TNI. jika ada tentara yang sedang latihan menembak
kadang saya mencari sisa-sisa selongsong peluru yang terpental agak jauh di
area lapangan tembak. Sambil menunggu latihan selesai saya dengan sabar
menunggu dibalik tanaman2 jagung yang ada disekitar lapangan, sambil
memperhatikan aksi dan gaya para serdadu yang sedang menembaki sasaran. Sambil memperhatikan
dengan teliti gaya mereka dalam membidik sasaran, menikmati nada letusan setiap
butir peluru melesat.
Kondisi ini hampir setiap hari saya
lakukan. Saya sangat menikmati ini semua, hingga kadang sampai lupa makan siang, rumah demi rumah aku sisir, tempat yang
paling saya sukai adalah tempat2 pembuangan sampah dibelakang rumah, bau busuk
sisa makanan sudah menjadi sahabat bagi kami, dan ditempat yang kotor itulah
kami mendapatkan rejeki.(bersambung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran