Senin, 15 Desember 2014

Catatan 1 PEMULUNG

 Ketika pulang sekolah kami selalu berlari2, agar segera sampai duluan dirumah, segera kami melepas baju seragam dang anti pakaian kotor, kadang berangkat mencari rumput untuk ternak, kadang mencari rongsokan untuk dijual.rongsokan?iya benar, rongsokan adalah barang2 bekas yang sudah tidak terpakai lagi, tetapi masih bisa dijual untuk di daur ulang, ada plastic, kertas, logam dan macam2 lagi.

Dulu saya mulai menjadi pemulung sekitar kelas 3 SD, karena anak2 disekitar lingkungan saya rata2 sudah menjadi pemulung, sehingga akupun ikut-ikutan seperti mereka.  akan tetapi itu bukan profesi tetap, karena hanya ikut2an saja, hanya sekedar untuk menambah uang jajan.


Kebetulan lokasi kampung saya dekat sekali dengan area asrama TNI,yaitu Yonif Linud 502 dan Brigif Invantri 18 sehingga saya mencari barang2 yang bisa dijual di area TNI, di sekitar perumahan-perumahan dinas TNI. jika ada tentara yang sedang latihan menembak kadang saya mencari sisa-sisa selongsong peluru yang terpental agak jauh di area lapangan tembak. Sambil menunggu latihan selesai saya dengan sabar menunggu dibalik tanaman2 jagung yang ada disekitar lapangan, sambil memperhatikan aksi dan gaya para serdadu yang sedang menembaki sasaran. Sambil memperhatikan dengan teliti gaya mereka dalam membidik sasaran, menikmati nada letusan setiap butir peluru melesat.

Kondisi ini hampir setiap hari saya lakukan. Saya sangat menikmati ini semua, hingga kadang sampai lupa makan siang,  rumah demi rumah aku sisir, tempat yang paling saya sukai adalah tempat2 pembuangan sampah dibelakang rumah, bau busuk sisa makanan sudah menjadi sahabat bagi kami, dan ditempat yang kotor itulah kami mendapatkan rejeki.(bersambung)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran