Hari/Tanggal : Rabu, 4
September 2013
Materi Perkuliahan :
Hakikat Pendidikan Dasar, dan Ruang Lingkup Strategi dan Model-model
Pembelajaran
Kegiatan yang Dilakukan
: Presentasi kelompok 1 dan Diskusi
Kegiatan perkuliahan
hari ini yaitu presentasi kelompok 1 yang membahas tentang (jreng,, jreng..
jreng) "Hakikat Pendidikan Dasar
dan Ruang Lingkup Strategi Belajar Mengajar". Host kali ini yaitu
Novita, diawali dengan doa dan perkenalan anggota kelompoknya, ada Azamul dan
ada juga Yuni. Setelah saling kenal namun belum sayang menyayangi (wkwkwkwk)
Novita memaparkan pengetahuan awal tentang hakikat pendidikan dasar,,
(Next!!!!!) Azamul menjelaskan ruang lingkup strategi belajar mengajar tentang
pendekatan, model, dan metode,,, (Next!!!!) Yuni idem dengan Azamul, namun
tentang tehnik dan taktik. "Kembali ke..... NOVITA (hehehe).. Membuka
pendaftaran diskusi dan menerima dua bangku pertanyaan,,,, dan,, inilah
hasilnya.. peserta pertama kita adalah...
Maharani dengan
pertanyaan yang berbobot (jleebbb), yaitu apa perbedaan khusus antara metode
dan model? dan berikan satu contoh!! untuk peserta yang kedua yaitu Iq Bali
dengan pertanyaan "Mengapa metode diskusi untuk anak usia SD kurang
optimal dibandingkan dengan metode diskusi usia SMP, SMA?... (...loading...) 5
menit berlalu, kemudian Azamul menjawab pertanyaan dari Iq Bali, berdasarkan
pengalamannya sewaktu KKN di SMP serta sharing dengan ayah atau guru pamong
(lupa-lupa ingat sih…) bahwa ada beberapa jenis model diskusi yang kurang cocok
dengan anak usia SD, sehingga diasumsikan model diskusi tersebut kurang optimal
bagi siswa SD.
Bang Roni menambahkan
bahwa suatu metode diskusi untuk siswa SD dapat dilakukan dengan sederhana
berdasarkan wawasan yang dimiliki oleh peserta didik, dan jika pelaksanaan
kegiatan diskusi tersebut selalu dibimbing oleh pendidik, maka kegiatan diskusi
akan berhasil (maksudnya optimal gtu).. Neng Rani juga menambahkan,
keberhasilan suatu diskusi di SD jika pelaksanaannya dan materi yang dibahas
disesuaikan dengan karakteristik peserta didik..
OK teman-teman,,
terimakasih.. Next Question dari Rani dijawab oleh Novita, bahwa model itu
bungkus dari metode (jadi ingat nasi bungkus,,, hufft laper dah) maksudnye
metode merupakan bagian/unsur dari model.. (begitu yaakk!!!).. Si Yuni
mencontohkan Model Personal Humanistik: Pendekatan (orientasi pada guru)-->
Strategi (individual learning)--> Metode (ceramah)--> Teknik
(ceramah+sense humor)--> Taktik (menggunakan pengeras suara).... eh,, eh,,
(kayake ada yang ganjal ya) >> Interupsi (Iq Bali)...teknik dan taktiknya
itu terbalik deh,,, ceramah+sense humor itu merupakan taktik, sedangkan
menggunakan pengeras suara itu adalah teknik... Yuni: oo,, iya,,, maaf ini
salah (sambil menghapus tulisan di papan), terimakasih.... (alhamdulillah,,
hampir aja menyesatkan,, heheehe). Di akhir diskusi, Bu Herawati mengatakan
bahwa sebenarnya pendekatan itu tidak ada (... poong...!!! pusing dah)..
Kesimpulan pertemuan
kali ini (hasil diskusi) yaitu:
1. Metode merupakan
unsur/bagian dari model.
2. Pelaksanaan kegiatan
diskusi harus disesuaikan antara wawasan peserta didik dan materi ajar yang
didiskusikan dengan karakteristik usia pebelajar, serta selalu dibimbing dan
diarahkan oleh pendidik.
Seru juga diskusi kali
ini,, kira-kira bagaimana dengan diskusi pada pertemuan berikutnya??? see you
later...bye-bye..

monggo yang mau ngomentari,kita sharing bersama
BalasHapus