Selasa, 10 September 2013

Jurnal Kuliah oleh : Niu Ikiubal bee

ronibang.blogspot.com
Hari/Tanggal : Rabu, 4 September 2013
Materi Perkuliahan : Hakikat Pendidikan Dasar, dan Ruang Lingkup Strategi dan Model-model Pembelajaran
Kegiatan yang Dilakukan : Presentasi kelompok 1 dan Diskusi
 Kegiatan perkuliahan hari ini yaitu presentasi kelompok 1 yang membahas tentang (jreng,, jreng.. jreng) "Hakikat Pendidikan Dasar dan Ruang Lingkup Strategi Belajar Mengajar". Host kali ini yaitu Novita, diawali dengan doa dan perkenalan anggota kelompoknya, ada Azamul dan ada juga Yuni. Setelah saling kenal namun belum sayang menyayangi (wkwkwkwk) Novita memaparkan pengetahuan awal tentang hakikat pendidikan dasar,, (Next!!!!!) Azamul menjelaskan ruang lingkup strategi belajar mengajar tentang pendekatan, model, dan metode,,, (Next!!!!) Yuni idem dengan Azamul, namun tentang tehnik dan taktik. "Kembali ke..... NOVITA (hehehe).. Membuka pendaftaran diskusi dan menerima dua bangku pertanyaan,,,, dan,, inilah hasilnya.. peserta pertama kita adalah...

Maharani dengan pertanyaan yang berbobot (jleebbb), yaitu apa perbedaan khusus antara metode dan model? dan berikan satu contoh!! untuk peserta yang kedua yaitu Iq Bali dengan pertanyaan "Mengapa metode diskusi untuk anak usia SD kurang optimal dibandingkan dengan metode diskusi usia SMP, SMA?... (...loading...) 5 menit berlalu, kemudian Azamul menjawab pertanyaan dari Iq Bali, berdasarkan pengalamannya sewaktu KKN di SMP serta sharing dengan ayah atau guru pamong (lupa-lupa ingat sih…) bahwa ada beberapa jenis model diskusi yang kurang cocok dengan anak usia SD, sehingga diasumsikan model diskusi tersebut kurang optimal bagi siswa SD.
Bang Roni menambahkan bahwa suatu metode diskusi untuk siswa SD dapat dilakukan dengan sederhana berdasarkan wawasan yang dimiliki oleh peserta didik, dan jika pelaksanaan kegiatan diskusi tersebut selalu dibimbing oleh pendidik, maka kegiatan diskusi akan berhasil (maksudnya optimal gtu).. Neng Rani juga menambahkan, keberhasilan suatu diskusi di SD jika pelaksanaannya dan materi yang dibahas disesuaikan dengan karakteristik peserta didik..
OK teman-teman,, terimakasih.. Next Question dari Rani dijawab oleh Novita, bahwa model itu bungkus dari metode (jadi ingat nasi bungkus,,, hufft laper dah) maksudnye metode merupakan bagian/unsur dari model.. (begitu yaakk!!!).. Si Yuni mencontohkan Model Personal Humanistik: Pendekatan (orientasi pada guru)--> Strategi (individual learning)--> Metode (ceramah)--> Teknik (ceramah+sense humor)--> Taktik (menggunakan pengeras suara).... eh,, eh,, (kayake ada yang ganjal ya) >> Interupsi (Iq Bali)...teknik dan taktiknya itu terbalik deh,,, ceramah+sense humor itu merupakan taktik, sedangkan menggunakan pengeras suara itu adalah teknik... Yuni: oo,, iya,,, maaf ini salah (sambil menghapus tulisan di papan), terimakasih.... (alhamdulillah,, hampir aja menyesatkan,, heheehe). Di akhir diskusi, Bu Herawati mengatakan bahwa sebenarnya pendekatan itu tidak ada (... poong...!!! pusing dah)..
Kesimpulan pertemuan kali ini (hasil diskusi) yaitu:
1. Metode merupakan unsur/bagian dari model.
2. Pelaksanaan kegiatan diskusi harus disesuaikan antara wawasan peserta didik dan materi ajar yang didiskusikan dengan karakteristik usia pebelajar, serta selalu dibimbing dan diarahkan oleh pendidik.

Seru juga diskusi kali ini,, kira-kira bagaimana dengan diskusi pada pertemuan berikutnya??? see you later...bye-bye..

1 komentar:

Kritik Saran