Selasa, 30 April 2013

Sediakan Kantong untuk Plastik dan Kertas


Banyaknya sampah plastik maupun kertas yang ada di sekitar kita,membuat kita miris sekali, terutama dilingkungan sekolah. Sering sekali anak-anak membuat mainan kertas tersebut dengan mainan berbentuk pesawat yang dilempar-lempar. Dan setelah itu membuangnya begitu saja di tempat sampah, begitu juga sampah plastik bungkus makanan dan snack.  Padahal sebenarnya sampah-sampah tersebut mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Jika dijual atau ditabung di bank sampah bisa menghasilkan uang.
Kita tahu bahwa limbah dari plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan didalam tanah secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik tersebut membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan. Karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya.
            Ketika saya berkunjung ke rumah guru saya, beliau mengajarkan pada anak-anaknya disiplin budaya bersih. Sekaligus mempunyai nilai ekonomis, yaitu dengan menyediakan beberapa kantong plastik besar. Masing-masing kantong plastik mempunyai peran. Ada yang untuk sampah kertas, sampah plastik dan sampah botol-botol. Ketika ada sampah plastik maupun kertas, guru saya tersebut mengajak anaknya untuk mengambil kemudian memasukan ke kantong yang sudah disediakan tadi. Sehingga sampah-sampah tersebut bisa terkumpul banyak setelah itu dijual dan mendapatkan uang.
Marilah kita budayakan kebersihan dengan cara menyediakan kantong-kantong besar, seperti yang dilakukan oleh si guru tersebut. Dengan begitu, sampah mempunyai nilai ekonomis. Baik dirumah maupun di sekolah. Kita ajak anak-anak untuk berperan aktif memungut serta mengumpulkan sampah sesuai dengan jenisnya. Selain mengurangi dampak meluapnya sampah juga ikut mensukseskan gerakan penyelamatan bumi. Saya yakin selain lingkungan bersih juga bisa mendapatkan keuntungan dari penjulan tersebut.

Nuyan Saroni, Alumni Universitas Negeri Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran