Banyaknya sampah plastik maupun kertas yang ada di sekitar kita,membuat
kita miris sekali, terutama dilingkungan sekolah. Sering sekali anak-anak
membuat mainan kertas tersebut dengan mainan berbentuk pesawat yang
dilempar-lempar. Dan setelah itu membuangnya begitu saja di tempat sampah,
begitu juga sampah plastik bungkus makanan dan snack. Padahal sebenarnya sampah-sampah tersebut
mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Jika dijual atau ditabung di bank sampah
bisa menghasilkan uang.
Kita tahu bahwa limbah dari plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan didalam
tanah secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik tersebut
membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Limbah
tersebut menjadi permasalahan lingkungan. Karena kuantitas maupun tingkat
bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya.
Ketika
saya berkunjung ke rumah guru saya, beliau mengajarkan pada anak-anaknya
disiplin budaya bersih. Sekaligus mempunyai nilai ekonomis, yaitu dengan menyediakan
beberapa kantong plastik besar. Masing-masing kantong plastik mempunyai peran.
Ada yang untuk sampah kertas, sampah plastik dan sampah botol-botol. Ketika ada
sampah plastik maupun kertas, guru saya tersebut mengajak anaknya untuk
mengambil kemudian memasukan ke kantong yang sudah disediakan tadi. Sehingga sampah-sampah
tersebut bisa terkumpul banyak setelah itu dijual dan mendapatkan uang.
Marilah kita budayakan kebersihan dengan cara menyediakan kantong-kantong
besar, seperti yang dilakukan oleh si guru tersebut. Dengan begitu, sampah
mempunyai nilai ekonomis. Baik dirumah maupun di sekolah. Kita ajak anak-anak
untuk berperan aktif memungut serta mengumpulkan sampah sesuai dengan jenisnya.
Selain mengurangi dampak meluapnya sampah juga ikut mensukseskan gerakan
penyelamatan bumi. Saya yakin selain lingkungan bersih juga bisa mendapatkan
keuntungan dari penjulan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran