Sabtu, 26 Januari 2013

Perang Terhadap Rokok



Rupanya pemerintah benar-benar menabuh genderang peperangan terhadap rokok, mulai dengan berlakunya PP No109/2012 hingga aktifitas apapun yang berhubungan dengan rokok, baik itu tentang iklan maupun kegiatan-kegiatan yang di sponsori rokok tidak boleh diliput dan disiarkan oleh media secara fulgar. Rupanya pemerintah memang benar-benar mau melenyapkan rokok dari bumi Indonesia, karena rokok telah merusak kesehatan, bahkan telah merambah dunia anak-anak.
Rokok memang berperan banyak dalam hal merusak kesehatan manusia, terutama pada anak2. Selain berdampak menjadi pecandu juga akan berimbas pada hal buruk lainya, misalnya jikalau pecandu itu usia anak-anak dan masih belum bisa mencari uang sendiri untuk membeli rokok, maka akan melakukan hal2 yang kerkaitan dengan kriminal, tentu ini akan merusak masa depan anak-anak. Mungkin dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih banyak lagi sehingga pemerintah benar-benar menekankan bahwa rokok adalah salah satu barang yang mengancam masadepan anak bangsa.
            Para pengusaha rokok pun tak tinggal diam,mereka pun berputar otak agar bisa tetap eksis, berbagai cara pun dilakukan untuk tetap bisa memasarkan produknya, tidak boleh iklan di media, yang lainpun juga bisa, termasuk yang saya tahu yaitu dengan menggandeng komunitas-komunitas,salah satunya komunitas club motor, dll, hal ini dirasa lebih efektif skaligus mengena,karena pada umumnya komunitas ini didominasi kaum laki-laki dan umumnya juga laki-laki mayoritas perokok.
            Kembali ke persoalan kebijakan pemerintah tentang perang terhadap rokok, negara-negara lain memang sudah banyak yang berhasil untuk perang terhadap rokok, tapi mereka benar-benar menyiapkan segala sesuatunya,termasuk menyediakan lahan pekerjaan bagi mantan-mantan karyawan rokok. Hendaknya pemerintah indonesia pun dalam mengambil kebijakan tidak melihat hanya dari satu aspek saja, masih banyak aspek-aspek lain yang harus diselesaikan juga,termasuk nasib karyawan, bayangkan saja ketika rokok benar-benar di hentikan, berapa puluh ribu karyawan yang akan dirumahkan, padahal mereka semua adalah sumber ekonomi keluarga, apa yang bisa di lakukan pemerintah?sedangkan pengagguran sebelumnyapun belum teratasi. Belum lagi ribuan para petani tembakau, para buruh tani tembakau, kesimpulanya jangan sampai mengatasi satu masalah tapi ribuan masalah baru akan muncul
            Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pemerintah, hendaknya mengambil kepuusan tidak hanya melihat dari satu sisi.banyak aspek yang yang harus dipertimbangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran