Rupanya
pemerintah benar-benar menabuh genderang peperangan terhadap rokok, mulai
dengan berlakunya PP No109/2012 hingga aktifitas apapun yang berhubungan dengan
rokok, baik itu tentang iklan maupun kegiatan-kegiatan yang di sponsori rokok
tidak boleh diliput dan disiarkan oleh media secara fulgar. Rupanya pemerintah
memang benar-benar mau melenyapkan rokok dari bumi Indonesia, karena rokok
telah merusak kesehatan, bahkan telah merambah dunia anak-anak.
Rokok
memang berperan banyak dalam hal merusak kesehatan manusia, terutama pada
anak2. Selain berdampak menjadi pecandu juga akan berimbas pada hal buruk
lainya, misalnya jikalau pecandu itu usia anak-anak dan masih belum bisa
mencari uang sendiri untuk membeli rokok, maka akan melakukan hal2 yang
kerkaitan dengan kriminal, tentu ini akan merusak masa depan anak-anak. Mungkin
dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih banyak lagi sehingga pemerintah
benar-benar menekankan bahwa rokok adalah salah satu barang yang mengancam
masadepan anak bangsa.
Para pengusaha rokok pun tak tinggal
diam,mereka pun berputar otak agar bisa tetap eksis, berbagai cara pun
dilakukan untuk tetap bisa memasarkan produknya, tidak boleh iklan di media,
yang lainpun juga bisa, termasuk yang saya tahu yaitu dengan menggandeng
komunitas-komunitas,salah satunya komunitas club motor, dll, hal ini dirasa
lebih efektif skaligus mengena,karena pada umumnya komunitas ini didominasi
kaum laki-laki dan umumnya juga laki-laki mayoritas perokok.
Kembali ke persoalan kebijakan
pemerintah tentang perang terhadap rokok, negara-negara lain memang sudah
banyak yang berhasil untuk perang terhadap rokok, tapi mereka benar-benar
menyiapkan segala sesuatunya,termasuk menyediakan lahan pekerjaan bagi mantan-mantan
karyawan rokok. Hendaknya pemerintah indonesia pun dalam mengambil kebijakan
tidak melihat hanya dari satu aspek saja, masih banyak aspek-aspek lain yang
harus diselesaikan juga,termasuk nasib karyawan, bayangkan saja ketika rokok
benar-benar di hentikan, berapa puluh ribu karyawan yang akan dirumahkan,
padahal mereka semua adalah sumber ekonomi keluarga, apa yang bisa di lakukan
pemerintah?sedangkan pengagguran sebelumnyapun belum teratasi. Belum lagi
ribuan para petani tembakau, para buruh tani tembakau, kesimpulanya jangan sampai
mengatasi satu masalah tapi ribuan masalah baru akan muncul
Masih banyak pekerjaan yang harus
dilakukan pemerintah, hendaknya mengambil kepuusan tidak hanya melihat dari
satu sisi.banyak aspek yang yang harus dipertimbangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran