Jumat, 29 Juli 2016

Kesalahan Bapak Anis Baswedan



Beberapa mentri telah resmi di resufle. Beberapa nama harus di ganti, dan ada beberapa nama juga di geser.
Kebijakan penggantian ini memang menjadi suatu hal yang biasa. Jika menteri tersebut tidak menunjukan kinerjanya dengan baik maka sang presidenpun juga harus menggantinya.
Akan tetapi banyak masyarakat yang menilai bahwa beberapa mentri yang mestinya layak di ganti tapi tidak tersentuh sama sekali.
Contohnya yaitu mentri Puan Maharani. Banyak masyarakat yang menilai bahwa puan maharani selama menjabat mentri belum menunjukkan kinerjanya. Bahkan belum tampak sama sekali. Akan tetapi menteri puan posisinya masih nampak kuat.

Beda dengan menteri pendidikan, yaitu Bapak Anis Baswedan. Banyak kebijakan2 beliau yang telah dinikmati oleh masyarakat pendidikan. Kebijakan bliau yang terakhir kemaren yaitu dihapusnya budaya mos yang selama ini mengandung perpeloncoan.
Mentri anis baswedan menghapusnya  dan menggantinya dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah yang lebih bermanfaat. Bahkan beberapa hari sebelum di copot kemaren beliau membuat surat edaran agar para orangtua ikut mendampingi dan mengantarkan anak2 untuk pertama kali masuk sekolah. Sehingga akan memotifasi anak2 untuk smangat bersekolah.
Terkait dengan pencopotan bapak anis baswedan ini banyak netizen yang berspekulasi. Bahkan dibuat bercandaan. Kenapa kok bapak anis baswedan diganti? Ini kutipanya seperti yang disampaikan FB atas nama Nuyan Saroni

Kesalahan terbesar pak anis sehingga menjadikan beliau dicopot dari jabatan mentri pendidikan.
Dan digantikan oleh bapak prof muhajir..
Yaitu kebijakan yang dibuat bliau beberapa hari yang lalu..
Beliau membuat surat edaran kepada smua orang tua untuk mengantarkan anak2nya pada awal masuk sekolah...
Ini sangat2 merugikan..
Sehingga bliau melakukan kesalahan yang sangat fatal...
Kesalahanya ialah bliau tidak membuat surat edaran untuk penjemputanya..
Sehingga banyak anak2 sekolah yang terlantar/gak ada yang jemput..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran