Rabu, 27 Agustus 2014

Tasyakuran 17 Agustus

Perayaan malam 17 Agustus slalu ada di perumahan ini,
dan inilah salah satu alasan kenapa saya senang tinggal di lingkungan ini,

setiap RT berlomba2 memeriahkan dengan mengadakan kegiatan2,,
salah satunya yaitu kumpul kumpul semua warga dan seremonial sedikit,
menyanyikan lagu kebangsaan dilanjut dengan sambutan-sambutan, dan terakhir doa,
setelah doa ramah tamah warga, sambil potong tumpeng, makan-makan


ajang ini sangat penting karena kami tinggalnya di perumahan,
agar sesama tetangga bisa kenal, beda kalo waktu di kampung, tetangga dri ujung ke ujung kenal,

ada sedikit kejadian yang membuat saya malu,,
tahun yang lalu pak RTnya lumayan religius, sehingga warga yang laki2 hampir semuanya pakai kopyah
saya dan teman yang datang tanpa berkopyah merasa malu,, karena agak beda saya yang lain,,
tapi taapalah karena ini acara bukan formal,,, tapi tetep saja ada rasa kurang nyaman,,

tahun ini pak RTnya ganti,,agak nasionalis,
ketika mau berangkat aku nyari kopyah, agar tidak saltum seperti tahun lalu
dengan PDnya aku berangkat ala pak ustad, sampe disana ndilalah... semua nggak ada yang pake kopyah..
ternyata saya sendiri yang pake,,, hem,,, lumayan salting

alangkah kaget lagi ketika petugas pembawa acara menyebut nama saya pas pembacaan doa, alasanya cm sederhana, yaitu saya pake kopyah kayak pak ustadz..
alamak,,, smakin malu....

tapi akhirnya pembacaan doa selesai jg walaupun terbata2 karena grogi dan malu,,, hem,,,
ini pengalamanku, mana pengalamanmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran