Sumber Tulisan : FB
Gambar : carapedia.com
Uang
bisa menimbulkan masalah bagi pasangan. Dalam beberapa kasus, masalah keuangan
bahkan bisa merenggangkan hubungan.Mary Claire Allvine, seorang perencana
keuangan dan penulis buku “The Family CFO: The Couple's Business Plan for Love
and Money” mengatakan kepada SmartMoney Magazine, “Orang cenderung emosional
dan reaktif tentang uang."Sebagian besar orang tidak akan memperhatikan
masalah finansial jika belum menghadapi kesulitan. Dalam sebuah usaha untuk
memperbaiki keuangan, kami memaparkan tujuh kesalahan finansial terbesar
pasangan suami-istri, dan juga solusi masalah tersebut.
1.
Memisahkan keuangan pasangan
Tidak
ada lagi “punyamu punyamu” atau “punyaku punyaku” dalam hubungan suami-istri.
Membedakan biaya tagihan dengan rekening terpisah membuat kalian lebih mirip
teman tidur belaka, bukan pasangan suami-istri.Menurut Huffpost Wedding,
pemisahan biaya kebutuhan rumah tangga bisa menimbulkan kebencian dalam sebuah
pernikahan ketika seorang pasangan mengeluarkan uang lebih banyak dari yang lainnya.
Hal itu juga mendorong orang yang berkontribusi lebih banyak untuk mendominasi
masalah keuangan.Pelajari cara mengatur keuangan sejak awal pernikahan guna
menghindari masalah besar di kemudian hari.
2.
Tidak peduli masalah utang pasangan
Menurut
survei yang dilakukan SmartMoney, utang adalah penyebab utama perdebatan antara
suami-istri. Cara terbaik untuk Anda adalah menemukan cara memecahkan masalah
utang bersama-sama.
3.
Menyembunyikan rahasia keuangan dari pasangan
Keintiman
fisik dalam sebuah sebuah pernikahan itu bagus, namun di lain sisi, keintiman
dalam hal finansial tidak terlalu bagus. Mengeluarkan uang tanpa sepengetahuan
pasangan Anda bisa menimbulkan rasa benci dan tidak percaya.
Money
Talk News menganjurkan pembayaran tagihan rumah tangga sebaiknya diambil dari
akun bersama yang memperbolehkan setiap pasangan untuk mengetahui keuangan
pribadi, dengan demikian, Anda tidak perlu merahasiakan keuangan masing-masing.
4.
Tidak mengambil tanggung jawab finansial sendiri
Meskipun
dalam sebagian besar hubungan, tanggung jawab keuangan dipegang oleh satu
orang, pasangan suami-istri harus berbagi tanggung jawab finansial. Pasangan
suami-istri harus sama-sama mengetahui PIN ATM, catatan keuangan, dan informasi
keadaan finansial. Erin Burt, Kontributor Editor Kiplinger.com, menyarankan
agar Anda membicarakan pengeluaran bulanan dengan pasangan Anda sebagai salah
satu cara untuk membagi tanggung jawab finansial.
5.
Masalah kebiasaan pengeluaran pasangan
Suami
bisa berhemat, sementara istri tipe orang yang boros, apa ada harapan untuk
pasangan itu? Nancy Anderson dari Forbes.com, mengatakan, “...pasangan yang
sukses adalah pasangan yang tidak mencoba mengubah pasangan satu sama lain.
Mereka menyesuaikan pengeluaran dari pasangan masing-masing agar dapat berhasil
untuk keduanya.”
6.
Tidak memiliki anggaran keuangan
Menetapkan
sebuah anggaran finansial tidak hanya memungkinkan pasangan untuk membicarakan
keadaan keuangan mereka, tapi juga memfasilitasi pembicaraan tentang tujuan
finansial masa depan dan rencana bersama yang harus diwujudkan.
7.
Tidak membicarakan investasi finansial
Salah
satu dari Anda mau mengambil sebuah investasi yang lebih berisiko dari
pasangan, lalu kenapa? SmartMoney menyarankan agar pasangan suami-istri
memikirkan itu sebelum mengambil keputusan. Komunikasi dan saling mengutarakan
tujuan memegang peran penting pada keinginan kedua pasangan untuk berkompromi
dan terlibat secara aktif dalam meraih kesuksesan finansial bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran