Sumber : Bunda Cerdas
Islam sangat mengajari tentang pemaknaan hati yang benar
ummat-nya haruslah mengedepankan kasih sayang kepada sesama
dengan landasan tauhid maka hubungan silaturahmi akan
berjalan dengan indahnya
setidaknya implementasi didalam rumah tangga harus terjalin
secara bathiniah
artinya semua perilaku Suami-Istri dan anak berada dalam
nilai ketaqwaan
suami harus berperan sebagai Imam yang membimbing Ma’mum-nya
kedalam keimanan
istri harus berlaku setia terhadap Imam-nya sebagai
ketaatannya terhadap Allah Ta'ala
itulah manifestasi akhlak dalam membentuk manusia yang Ihsan
Persoalan rumah tangga janganlah dikaitkan dengan kebutuhan
lahiriah saja
tapi harus lebih kepada penguatan bathiniah kepada Sang Khalik
karena tali hubungan ini bisa menjadi kelanggengan dalam
hidup berumah tangga
seorang suami bukanlah seorang pengajar
seorang istri juga bukanlah seorang murid yang bandel
seorang suami haruslah menjadi teladan dalam hal Iman dan
Taqwa
maka seorang istri akan menjadi pengikutnya yang harus
menguatkan keduanya
Rumah tangga janganlah dinilai dari konteks Duniawi
karena akan terjadi kesimpang siuran peranan dan tanggung
jawab masing2 pihak
rumah tangga harus dijadikan biduk bahtera kedamaian hati
para penghuninya harus memiliki ilmu kebenaran tentang
kewajiban di hadapan Allah Swt
sehingga perjalanan rumah tangga pasti akan dianugerahi
Rahmat-NYA
Esensi rumah tangga tidak terletak kepada persoalan ekonomi
tapi lebih kepada tanggung jawabnya terhadap peranan yang
benar di hadapan Allah Ta'ala
sehingga seorang suami janganlah mengajarkan kesenangan
Duniawi
tapi lebih mencontohkan rasa syukur secara mendalam
demikian itu adalah makna Islam, Iman dan Ikhsan
karena ALLAH, maka perbuatannya harus melahirkan kendahan
sikap ukhrowi
demikian pula terhadap anak …
janganlah diajarkan kesenangan Duniawi
tapi anak harus diajarkan kepada pemahaman tanggung jawab di
hadapan Allah Ta'ala
maka ajarilah anak itu dengan perbuatan Iman dan Taqwa
agar mereka tidak terjebak kepada fatomorgana Dunia yang
menyesatkan
Tugas orang tua adalah menjadikan ke-sholehan anak2nya
itulah tanggung jawab kita kelak di hadapan Allah Swt
maka dari itu marilah kita bimbing kehidupan anak2 kita
dalam aqidah yang benar
seperti halnya mengurangi aktivitas yang tidak ada dalam
kaidah Islam itu sendiri
seperti halnya perayaan tahun baru, perayaan valentine-days
dsb
bahkan batasi juga sampai kehidupan diskotik atau hiburan
malam jangan sampai digemari mereka
anak harus tetap berada dalam jalur ke-sholehan
itulah peranan orang tua terhadap anak2 sebagai titipan dari
Allah Ta'ala
Marilah kita mulai merujuk kepada Al-Quran dan Hadist secara
kaffah
karena kedua Risalah tadi harus tetap dijaga sampai akhir
jaman
marilah kita bangkitkan kehidupan Islami secara benar
jangan sampai rusak terkoyak oleh ke-mudharatan jaman
bangunlah akhlak anak2 kita dalam kemurnian aqidah
biar Islam tak akan habis oleh ke-bathil-an Dunia
inilah tanggung jawab kita dalam menjaga Al-Quran dan Hadist
sebagai Ummat-NYA yang setia dan taat terhadap Sang Khalik
semoga kita mau melakukan yang terbaik untuk ALLAH Ta'ala
dan menjadi pengikut Muhammad yang setia..
Aamin Ya Rabbal Alamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran