STRATEGI DAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Jurnal 5
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Oktober 2013 [jam ke 9-10 (14.55-16.35)]
Pengampu Mata Kuliah : Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
Disusun Oleh Kelompok 5 :
1. Agung Purwono (132103818599)
2. Titi Anjarini (132103818635)
3. Zaenol Fajri (132103818602)
Pendekatan-Pendekatan Pembelajaran Pendekatan
Kontruktivisme/Kontekstual, Pendekatan Science-Environment-Technology-Society
(Sets), Pendekatan Multikultural, Pendekatan Belajar Kooperatif
1. Pembukaan
Assalamua’alaikum.... Saudaraku sebangsa dan setanah air. Bagaimana kabar Anda
semua hari ini?.,” yang pasti tentunya sangat baik yaa....?. Okey... baiklah saudara sekalian
dalam kesempatan kali ini saya akan menemani Anda selama satu jam kedepan dalam acara
kita yaitu dialog interaktif , dan komunikatif dengan para nara sumber kita. Baiklah kita
sambut dan saksikan bersama sambil saya akan perkenalkan masing-masing narasumber
tersebut, yang termasuk saya sendiri hehe...
Sore yang cerah itu, kelompok kami tengah bersiap mempersiapkan senjata
perlengkapan laksana kumpulan prajurit yang akan maju dalam sebuah peperangan...
wkwkwk..., kelompok kami terdiri dari Pak Komandan, dan para prajurit yang akan maju di
medan laga.... wkwk..., Siiiaaap Pak Komandan... wkwkwk. Di sore yang cerah itu suasana
medan pertempuran atau susana kelas sangat menegangkan tentunya banyak para audience
yang tengah mempersiapkan berbagai pertanyaan yang menantang dan seru tentunya...Saat
itu Pak Fajri melakukan sesion membukan doa dan menyampaikan materi yang akan kami
sampaikan yaitu tentang pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran yang terdiri dari
beberapa pendekatan seperti pendekatan konstruktivisme, pendekatan SETS (sains,
environment, tekhnology and society), pendekatan multikultural, dan pendekatan kooperative
learning. Narasumber yang pertama yaitu Pak Fajri akan menyampaikan pembahasannya
tentang pendekatan kooperative learning ”Ya baiklah saudaraku saya akan menyampaikan
beberapa point-point penting dalam pembelajaran Kooperative Learning yang terdiri dari
beberapa hal yaitu membahas tentang pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi
pendekatan, penerapan pendekatan, ciri khas pendekatan, kelebihan pendekatan, kekurangan
pendekatan, kekurangan pendekatan, dan yang terakhir yaitu solusi agar pendekatan tersebut
dapat berjalan dengan efektif ”, okey baiklah presentasi selanjutnya akan disampaikan oleh
saudara Agung tentang pendekatan multikultural yang telah dikemukakan oleh Pak Agung
bawasanya “Pendekatan Multikultural Pendekatan multikultural (multicultural approach)
merupakan strategi pendidikan yang memanfaatkan keberagaman latar belakang kebudayaan
dari para peserta didik sebagai salah satu kekuatan untuk membentuk sikap multikultural”.
Ukelah pemirsa ternyata di ujung, samping dan dan belakang ruangan kelas yang
penuh dengan semangat ini tengah tidak sabar untuk mengeluarkan unek-uneknya yang
berupa pertanyaan-pertanyaan yang seru tentunya. Nah, selanjutnya narasumber selanjutnya
saudara Titi akan menjelasan tentang pendekatan SETS (Sains, Environment, Technology
and Society) serta menjelaskan tentang pendekatan kontruktivisme/kontektual learning.
2. Dialog (Pertanyaan dan Jawaban)
Ukelah pemirsa sekalian setelah kita menyimak dengan baik-baik penjelasan dari para
narasumber kita secara panjang kali lebar, maka sudah saatnyalah kita akan membuka sesi
pertanyaan, kritik dan saran dari para pemirsa sekalian. Sembari tiba-tiba saja dari ujung
kanan dan kiri para pemirsa tengah menunjukan tanganya dengan genggap gembita untuk
mengeluarkan semua unek-uneknya... hehe... wah seperti bom yang mau meledak saja
wkwkw... ya baiklah Pak Fajri menunjuk salah satu pemirsa yang kini sedang duduk manis di
depan saja siapakah beliau??? Beliau ada Mbak Novita dengan pertanyaanya tentang
pendekatan yang sudah kami jelaskan tadi “Bagainana jika kita dihadapkan dengan siswa
yang mengalami kesulitan dari segi kognitifnya dan siswa tersebut berasal dari sekolah
dasar pindahan, lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh guru untuk menyamarakan
perbedaan dari segi kognitif tersebut apabila siswa sudah berada ada suasana kalas
yang baru, lalu bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri anak agar tidak
merasa dekesampingkan dari siswa-siswa yang lain?”, ya baiklah sembari Pak Fajri juga
membuka untuk pertanyaan yang kedua dan menunjuk salah satu audien kita yang sangat
imoet dan unyu-unyu siapa beliau?? Beliau adalah Bu guru Taman-taman kita yang sangat
manis dan baik hati siapakah beliau?? Beliau adalah Bu Ari dengan pertanyaan ynag
sangat berbobot yaitu “Apa yang dimaksud dengan porsi pendidikan antara Indonesia
Barat dan Indonesia Timur dan dimanakah letak Porsinya tersebut dan apa saja yang
dimaksud dengan porsi tersebut??”, sembari beberapa saat kemuadia Pak Fajri juga
membuka pertanyaan yang ketiga dan menunjuk salah satu audience kita yang sangat pintar
dan berintelektual tinggi. siapakah Beliau??. Beliau adalah Pak Iqbal dengan
pertayaan”Apakah yang dimaksud dengan Resitasional mohon dijelaskan tentang
istilah tersebut dan bagaimana penerapan dalam pembelajaran”.
Sembari beberapa detik kemudian.... kelompok kami tengah mempersiapkan jawabajawaban.
Pak Fajri tengah mempersilahkan narasumber yang pertama untuk menjawab
pertanyaan yang disampaikan oleh Bu Novita secara spontan Pak Fajri menjawab
pertanyaan”Jika ada siswa yang mengalami kesulitan dari segi kognitif atau
pengetahuan maka kita sebagai seorang pendidik kita dapat melakukan pendekatanpendekatan
kepada siswa misalnya dengan memberikan remedial apabila nilai siswa
kurang memenuhi standar, serta mengikutkan siswa tersebut dengan kegiatan diskusi
secara berkelompok yang berbeda dan membantu siswa seperti memberikan les
tambahan di luar jam sekolah agar siswa tersebut dapat mengejar ketinggalan
pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa-siswa yang lain”. Bagaimana saudari Novita
apakah Anda sudah puas dengan jawaban saya???. Tiba-tiba saja Saya sebagai narasumber
yang kedua yaitu saya Titi mencoba menambahkan pendapat dari pertanyaan yang
diutarakan oleh saudari Novita “Apabila ada siswa yang mengalami kesulitan dari segi
kognitif dan siswa tersebut sudah memaski proses pembelajaran maka kita sebagai
pendidik untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya maka kita dapat menunjuk siswa
yang baru tersebut untuk mengemukakan pendapatnya tentang suatu materi
pembelajaran dan memberikan penghargaan serta mengajar siswa-siswa yang lain
utnuk memberikan penghargaan seperti reward tepukan bagi siswa baru yang telah
mengemukakan pendapatnya tadi agar merasa dihargai dan tidak merasa minder
dengan siswa-siswa yang lain dan memperkenalkan siswa yang baru tersebut dengan
teman sekelasnya sebaai pengantar agar siswa yang baru tersebut tidak merasa minder
atau merasa terabaikan”. Sembari beberapa detik lagi-lagi seorang pahlawan tengah
menawarkan argumen inteleknya yang sangat luar biasa sispakah beliau??.
Beliau adalah Pak Iqbal dengan jawaban dengan ide cerdasnya...yang
menngemukakan “apabila kita menemukan siswa kita yang kesulitan dalam segi
kognitif atau kesuliatan yang lain kita sebagai pendidik maka kita dapat melakukan
pendekatan kepada siswa baru tersebut yaitu dengan mengobrol ketika istirahat dan
mencoba melakukan pendekatan kepada orang tuanya untuk mengenal karakter dan
kebiasaan dari siswa baru tersebut serta mengikutsertakan siswa baru tersebut untuk
berpendapat agar siswa baru tersebut tidak merasa minder atau tidak diperlakukan
adil dengan siswa-siswa yang lain”. Sembari Pak Fajri menanyakan kepada Bu Novita
“Bagaimana saudari Novita apakah Anda sudah puas dari jwaban-jawaban tersebut??.
kemudian Bu Novita mengatakan “Ya sudah, terima kasih”.
Selang beberapa menit kemudian Pak Fajri memberikan jawaban untuk pertanyaan
yang berasal dari Ibu Guru Taman kanak-kanak “Baiklah pertanyaan dari Bu Ari akan
dijawab oleh Pak Agung ”tadi Anda mengatakan “Apa yang dimaksud dengan porsi
pendidikan antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur dan dimanakah letak Porsinya
tersebut dan apa saja yang dimaksud dengan porsi tersebut??”,” ya baiklah saya (Pak Agung)
akan mencoba untuk menjawab yang dimaksud dalam porsi dalam hal ini khususnya pada
pendekatan multikultural yaitu penyamarataan yaitu dengan memberikan sarana dan
prasarana pendidikan serta pembelajaran yang merata serta memeratakan sitem
belajaran sehingga nanti diharapkan tidak terdapat kesenjangan serta jembatan
pemisah antara baik itu yang perbedaan dari segi faslitas maupun dari segi kognitif dan
perbedaan-perbedaan yang lain.
Selang beberapa menit kemudian yang pasti para pemirsa susdah tidak sabar untuk
menjawab pertanyaan yang terakhir dari Pak Iqbal yaitu Apakah yang dimaksud dengan
Resitasional mohon dijelaskan tentang istilah tersebut dan bagaimana penerapan
dalam pembelajaran”. Baiklah sembari nara sumber yang pertama yaitu Pak Fajri akan
menjawab “yang dimaksud dengan Resitasi Oral yaitu proses terjadinya interaksi
antara siswa dengan siswa maupun guru dengan siswa sehingga terjadi sebuah
komunikasi interaktif antara satu dengan yang lain untuk menstranfer ilmu
pengetahuan atau materi pembelajaran.”Tiba-tiba saja para pemirsa yang tercengangcengang
tersebut perhatinnya teralihkan oleh jawaban dari narasumber yang kedua yaitu saya
sendiri (Titi)”. Jadi saya ingin menambahkan pertanyaan dari Pak Iqbal tentang apa
yang dimaksud dengan istilah resitasioral? Resitasioral yaitu sebuah kegiatan
pembelajaran yang terjadi interaksi interaktif baik antara siswa dengan siswa maupun
siswa dengan guru, dan lalu bagaimana dengan penerapannya penerapannya dapat
dilakukan dnegan adanya siswa yang mendengarkan da siswa yang berbicara atau
dalam model pembelajaran disebut dengan Cooperative Script yang kegiatan
pembelajaran dilakukan secara bergilir”,sembari Pak Roni juga turut menambahkan
pendapat-pendapat yang sudah ada “ya saya akan menambahkan bahwa yang
dimaksud dengan komunikasi Resitasioral yaitu komunikasi yang berupa pengucapan
lisan baik yang dilakukan siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru”.
3. Penutup
Beberapa saat kemudian kelompok kami menayangkan sejumlah video tentang
pendekatan-pendekatan pembelajaran yaitu penerapan pendektan multikultural dan
pendekatan kooperative learning. wahh...wah.. ternyata para pemirsa menyimak siaran video
pembelajaran dengan penuh seksama dan menyimak dari adegan per adegan.
Sembari beberapa selang kemudian Bu Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
memberikan kesimpulan dari penyajian materi tentang pendekatan-pendekatan
pembelajaran yang antara lain sebagai berikut:
Pembelajaran dapat dilakukan di laur pulau yang dikumpulkan dari berbagai
macam negara baik asia, afrika, papua dan lain sebgainya oleh karena itulah maka kita
perlu menerapkan pembelajaran multikultural dan kita sebagai pendiddik haruslah
memperkaya wawasan dan memperkaya keterkaitan antara pendekatan PBL yang
dikaitkan dengan kesehatan yaitu dengan penerapan jenset yang dapat digunakan
untuk mengobati orang dan itu termasuk dalam TPS yang terlakit dengan kontektual
dan ada pula kita mengati polusi di suatu kota dan siswa disuruh untuk mengamati
daerah yang terkena polusi di daerah tersebut. Ya semoga penyampaian materi
pembelajaran tadi dapat bermanfaat bag kita semua.
Baiklah pemirsa sekalian walhasil berita perdebatan kocak tadi menutup acara dialog
interaktif kali ini, saya Titi Anjarini bersama segenap kru yang bertugas mengucapkan
terimakasih dan sampai jumpa di dialog kocak yang lain... See You Next Time..
^_^
~~~~~~ooooooooo~~~~~~
Keterangan :
1. Pertanyaan:
2. Jawaban:
Tambahan Jawaban dari Audience
3. Penutup:
Bu Novita
Bu Ari
Pak Fajri
Titi
Pak Roni
Bu Hera
Pak Iqbal
Pak Agung
Pak Iqbal
Jurnal 5
Hari/Tanggal : Rabu, 2 Oktober 2013 [jam ke 9-10 (14.55-16.35)]
Pengampu Mata Kuliah : Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
Disusun Oleh Kelompok 5 :
1. Agung Purwono (132103818599)
2. Titi Anjarini (132103818635)
3. Zaenol Fajri (132103818602)
Pendekatan-Pendekatan Pembelajaran Pendekatan
Kontruktivisme/Kontekstual, Pendekatan Science-Environment-Technology-Society
(Sets), Pendekatan Multikultural, Pendekatan Belajar Kooperatif
1. Pembukaan
Assalamua’alaikum.... Saudaraku sebangsa dan setanah air. Bagaimana kabar Anda
semua hari ini?.,” yang pasti tentunya sangat baik yaa....?. Okey... baiklah saudara sekalian
dalam kesempatan kali ini saya akan menemani Anda selama satu jam kedepan dalam acara
kita yaitu dialog interaktif , dan komunikatif dengan para nara sumber kita. Baiklah kita
sambut dan saksikan bersama sambil saya akan perkenalkan masing-masing narasumber
tersebut, yang termasuk saya sendiri hehe...
Sore yang cerah itu, kelompok kami tengah bersiap mempersiapkan senjata
perlengkapan laksana kumpulan prajurit yang akan maju dalam sebuah peperangan...
wkwkwk..., kelompok kami terdiri dari Pak Komandan, dan para prajurit yang akan maju di
medan laga.... wkwk..., Siiiaaap Pak Komandan... wkwkwk. Di sore yang cerah itu suasana
medan pertempuran atau susana kelas sangat menegangkan tentunya banyak para audience
yang tengah mempersiapkan berbagai pertanyaan yang menantang dan seru tentunya...Saat
itu Pak Fajri melakukan sesion membukan doa dan menyampaikan materi yang akan kami
sampaikan yaitu tentang pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran yang terdiri dari
beberapa pendekatan seperti pendekatan konstruktivisme, pendekatan SETS (sains,
environment, tekhnology and society), pendekatan multikultural, dan pendekatan kooperative
learning. Narasumber yang pertama yaitu Pak Fajri akan menyampaikan pembahasannya
tentang pendekatan kooperative learning ”Ya baiklah saudaraku saya akan menyampaikan
beberapa point-point penting dalam pembelajaran Kooperative Learning yang terdiri dari
beberapa hal yaitu membahas tentang pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi
pendekatan, penerapan pendekatan, ciri khas pendekatan, kelebihan pendekatan, kekurangan
pendekatan, kekurangan pendekatan, dan yang terakhir yaitu solusi agar pendekatan tersebut
dapat berjalan dengan efektif ”, okey baiklah presentasi selanjutnya akan disampaikan oleh
saudara Agung tentang pendekatan multikultural yang telah dikemukakan oleh Pak Agung
bawasanya “Pendekatan Multikultural Pendekatan multikultural (multicultural approach)
merupakan strategi pendidikan yang memanfaatkan keberagaman latar belakang kebudayaan
dari para peserta didik sebagai salah satu kekuatan untuk membentuk sikap multikultural”.
Ukelah pemirsa ternyata di ujung, samping dan dan belakang ruangan kelas yang
penuh dengan semangat ini tengah tidak sabar untuk mengeluarkan unek-uneknya yang
berupa pertanyaan-pertanyaan yang seru tentunya. Nah, selanjutnya narasumber selanjutnya
saudara Titi akan menjelasan tentang pendekatan SETS (Sains, Environment, Technology
and Society) serta menjelaskan tentang pendekatan kontruktivisme/kontektual learning.
2. Dialog (Pertanyaan dan Jawaban)
Ukelah pemirsa sekalian setelah kita menyimak dengan baik-baik penjelasan dari para
narasumber kita secara panjang kali lebar, maka sudah saatnyalah kita akan membuka sesi
pertanyaan, kritik dan saran dari para pemirsa sekalian. Sembari tiba-tiba saja dari ujung
kanan dan kiri para pemirsa tengah menunjukan tanganya dengan genggap gembita untuk
mengeluarkan semua unek-uneknya... hehe... wah seperti bom yang mau meledak saja
wkwkw... ya baiklah Pak Fajri menunjuk salah satu pemirsa yang kini sedang duduk manis di
depan saja siapakah beliau??? Beliau ada Mbak Novita dengan pertanyaanya tentang
pendekatan yang sudah kami jelaskan tadi “Bagainana jika kita dihadapkan dengan siswa
yang mengalami kesulitan dari segi kognitifnya dan siswa tersebut berasal dari sekolah
dasar pindahan, lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh guru untuk menyamarakan
perbedaan dari segi kognitif tersebut apabila siswa sudah berada ada suasana kalas
yang baru, lalu bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri anak agar tidak
merasa dekesampingkan dari siswa-siswa yang lain?”, ya baiklah sembari Pak Fajri juga
membuka untuk pertanyaan yang kedua dan menunjuk salah satu audien kita yang sangat
imoet dan unyu-unyu siapa beliau?? Beliau adalah Bu guru Taman-taman kita yang sangat
manis dan baik hati siapakah beliau?? Beliau adalah Bu Ari dengan pertanyaan ynag
sangat berbobot yaitu “Apa yang dimaksud dengan porsi pendidikan antara Indonesia
Barat dan Indonesia Timur dan dimanakah letak Porsinya tersebut dan apa saja yang
dimaksud dengan porsi tersebut??”, sembari beberapa saat kemuadia Pak Fajri juga
membuka pertanyaan yang ketiga dan menunjuk salah satu audience kita yang sangat pintar
dan berintelektual tinggi. siapakah Beliau??. Beliau adalah Pak Iqbal dengan
pertayaan”Apakah yang dimaksud dengan Resitasional mohon dijelaskan tentang
istilah tersebut dan bagaimana penerapan dalam pembelajaran”.
Sembari beberapa detik kemudian.... kelompok kami tengah mempersiapkan jawabajawaban.
Pak Fajri tengah mempersilahkan narasumber yang pertama untuk menjawab
pertanyaan yang disampaikan oleh Bu Novita secara spontan Pak Fajri menjawab
pertanyaan”Jika ada siswa yang mengalami kesulitan dari segi kognitif atau
pengetahuan maka kita sebagai seorang pendidik kita dapat melakukan pendekatanpendekatan
kepada siswa misalnya dengan memberikan remedial apabila nilai siswa
kurang memenuhi standar, serta mengikutkan siswa tersebut dengan kegiatan diskusi
secara berkelompok yang berbeda dan membantu siswa seperti memberikan les
tambahan di luar jam sekolah agar siswa tersebut dapat mengejar ketinggalan
pengetahuan yang sudah dimiliki oleh siswa-siswa yang lain”. Bagaimana saudari Novita
apakah Anda sudah puas dengan jawaban saya???. Tiba-tiba saja Saya sebagai narasumber
yang kedua yaitu saya Titi mencoba menambahkan pendapat dari pertanyaan yang
diutarakan oleh saudari Novita “Apabila ada siswa yang mengalami kesulitan dari segi
kognitif dan siswa tersebut sudah memaski proses pembelajaran maka kita sebagai
pendidik untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya maka kita dapat menunjuk siswa
yang baru tersebut untuk mengemukakan pendapatnya tentang suatu materi
pembelajaran dan memberikan penghargaan serta mengajar siswa-siswa yang lain
utnuk memberikan penghargaan seperti reward tepukan bagi siswa baru yang telah
mengemukakan pendapatnya tadi agar merasa dihargai dan tidak merasa minder
dengan siswa-siswa yang lain dan memperkenalkan siswa yang baru tersebut dengan
teman sekelasnya sebaai pengantar agar siswa yang baru tersebut tidak merasa minder
atau merasa terabaikan”. Sembari beberapa detik lagi-lagi seorang pahlawan tengah
menawarkan argumen inteleknya yang sangat luar biasa sispakah beliau??.
Beliau adalah Pak Iqbal dengan jawaban dengan ide cerdasnya...yang
menngemukakan “apabila kita menemukan siswa kita yang kesulitan dalam segi
kognitif atau kesuliatan yang lain kita sebagai pendidik maka kita dapat melakukan
pendekatan kepada siswa baru tersebut yaitu dengan mengobrol ketika istirahat dan
mencoba melakukan pendekatan kepada orang tuanya untuk mengenal karakter dan
kebiasaan dari siswa baru tersebut serta mengikutsertakan siswa baru tersebut untuk
berpendapat agar siswa baru tersebut tidak merasa minder atau tidak diperlakukan
adil dengan siswa-siswa yang lain”. Sembari Pak Fajri menanyakan kepada Bu Novita
“Bagaimana saudari Novita apakah Anda sudah puas dari jwaban-jawaban tersebut??.
kemudian Bu Novita mengatakan “Ya sudah, terima kasih”.
Selang beberapa menit kemudian Pak Fajri memberikan jawaban untuk pertanyaan
yang berasal dari Ibu Guru Taman kanak-kanak “Baiklah pertanyaan dari Bu Ari akan
dijawab oleh Pak Agung ”tadi Anda mengatakan “Apa yang dimaksud dengan porsi
pendidikan antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur dan dimanakah letak Porsinya
tersebut dan apa saja yang dimaksud dengan porsi tersebut??”,” ya baiklah saya (Pak Agung)
akan mencoba untuk menjawab yang dimaksud dalam porsi dalam hal ini khususnya pada
pendekatan multikultural yaitu penyamarataan yaitu dengan memberikan sarana dan
prasarana pendidikan serta pembelajaran yang merata serta memeratakan sitem
belajaran sehingga nanti diharapkan tidak terdapat kesenjangan serta jembatan
pemisah antara baik itu yang perbedaan dari segi faslitas maupun dari segi kognitif dan
perbedaan-perbedaan yang lain.
Selang beberapa menit kemudian yang pasti para pemirsa susdah tidak sabar untuk
menjawab pertanyaan yang terakhir dari Pak Iqbal yaitu Apakah yang dimaksud dengan
Resitasional mohon dijelaskan tentang istilah tersebut dan bagaimana penerapan
dalam pembelajaran”. Baiklah sembari nara sumber yang pertama yaitu Pak Fajri akan
menjawab “yang dimaksud dengan Resitasi Oral yaitu proses terjadinya interaksi
antara siswa dengan siswa maupun guru dengan siswa sehingga terjadi sebuah
komunikasi interaktif antara satu dengan yang lain untuk menstranfer ilmu
pengetahuan atau materi pembelajaran.”Tiba-tiba saja para pemirsa yang tercengangcengang
tersebut perhatinnya teralihkan oleh jawaban dari narasumber yang kedua yaitu saya
sendiri (Titi)”. Jadi saya ingin menambahkan pertanyaan dari Pak Iqbal tentang apa
yang dimaksud dengan istilah resitasioral? Resitasioral yaitu sebuah kegiatan
pembelajaran yang terjadi interaksi interaktif baik antara siswa dengan siswa maupun
siswa dengan guru, dan lalu bagaimana dengan penerapannya penerapannya dapat
dilakukan dnegan adanya siswa yang mendengarkan da siswa yang berbicara atau
dalam model pembelajaran disebut dengan Cooperative Script yang kegiatan
pembelajaran dilakukan secara bergilir”,sembari Pak Roni juga turut menambahkan
pendapat-pendapat yang sudah ada “ya saya akan menambahkan bahwa yang
dimaksud dengan komunikasi Resitasioral yaitu komunikasi yang berupa pengucapan
lisan baik yang dilakukan siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru”.
3. Penutup
Beberapa saat kemudian kelompok kami menayangkan sejumlah video tentang
pendekatan-pendekatan pembelajaran yaitu penerapan pendektan multikultural dan
pendekatan kooperative learning. wahh...wah.. ternyata para pemirsa menyimak siaran video
pembelajaran dengan penuh seksama dan menyimak dari adegan per adegan.
Sembari beberapa selang kemudian Bu Prof. Dra. Herawati Susilo, M.Sc., Ph.D
memberikan kesimpulan dari penyajian materi tentang pendekatan-pendekatan
pembelajaran yang antara lain sebagai berikut:
Pembelajaran dapat dilakukan di laur pulau yang dikumpulkan dari berbagai
macam negara baik asia, afrika, papua dan lain sebgainya oleh karena itulah maka kita
perlu menerapkan pembelajaran multikultural dan kita sebagai pendiddik haruslah
memperkaya wawasan dan memperkaya keterkaitan antara pendekatan PBL yang
dikaitkan dengan kesehatan yaitu dengan penerapan jenset yang dapat digunakan
untuk mengobati orang dan itu termasuk dalam TPS yang terlakit dengan kontektual
dan ada pula kita mengati polusi di suatu kota dan siswa disuruh untuk mengamati
daerah yang terkena polusi di daerah tersebut. Ya semoga penyampaian materi
pembelajaran tadi dapat bermanfaat bag kita semua.
Baiklah pemirsa sekalian walhasil berita perdebatan kocak tadi menutup acara dialog
interaktif kali ini, saya Titi Anjarini bersama segenap kru yang bertugas mengucapkan
terimakasih dan sampai jumpa di dialog kocak yang lain... See You Next Time..
^_^
~~~~~~ooooooooo~~~~~~
Keterangan :
1. Pertanyaan:
2. Jawaban:
Tambahan Jawaban dari Audience
3. Penutup:
Bu Novita
Bu Ari
Pak Fajri
Titi
Pak Roni
Bu Hera
Pak Iqbal
Pak Agung
Pak Iqbal
kesalahan ketik
BalasHapusmohon diperhatikan