Sumber : Vemale.com
Tuhan
selalu punya jawaban atas doa seseorang. Jawaban doa itu bisa iya, bisa tidak,
atau.. Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk umat-Nya, seperti dalam kisah
berikut ini.
Di
sebuah pinggir kota, hidup seorang nenek yang hidup seorang diri. Untuk dapat
menyambung hidup, nenek tersebut berjualan tempe setiap hari. Pada suatu hari,
sang nenek terlambat memberi ragi, sehingga tempe tidak matang tepat pada
waktunya. Saat daun pisang pembungkus tempe dibuka, kedelai-kedelai masih belum
menyatu. Kedelai tersebut masih keras dan belum menjadi tempe.
Hati
sang nenek mulai menangis. Apa yang harus dilakukan? Jika hari ini dia tidak
bisa menjual tempe tersebut, maka dia tidak akan dapat uang untuk makan dan
membeli bahan tempe untuk esok hari. Dengan air mata yang masih mengalir, sang
nenek mengambil wudhu lalu salat Subuh di rumahnya yang sangat kecil dan
memprihatinkan.
“Ya
Allah, tolong matangkan tempe-tempe itu. Hamba-Mu tidak tahu harus berbuat
apalagi untuk menyambung hidup dengan cara yang halal. Hamba tidak ingin
menyusahkan anak-anak hamba. Kabulkan doa hamba-Mu yang kecil ini ya Allah..”
demikian doa sang nenek dengan linangan air mata.
Setelah
selesai salat Subuh, sang nenek membuka daun pisang pembungkus tempe, tidak ada
satupun yang matang. Keajaiban belum datang, doanya belum dikabulkan. Tetapi
sang nenek percaya jika doanya akan terkabul, sehingga dia berangkat ke pasar
saat matahari belum bersinar, mengejar rezeki dengan menjual tempe.
Sesampai
di pasar, sang nenek kembali membuka pembungkus tempe. Masih belum matang. Tak
apa, nenek tersebut terus menunggu hingga matahari bersinar terik. Satu persatu
orang yang berbelanja berlalu lalang, tetapi tak ada satupun yang mau membeli
tempe sang nenek. Matahari terus bergerak hingga para pedagang mulai pulang dan
mendapat hasil dari berjualan.
Tempe
dagangan penjual lain sudah banyak yang habis, tetapi tempe sang nenek tetap
belum matang. Apakah Tuhan sedang marah padaku? Apakah Tuhan tidak menjawab
doaku? Begitulah rintihan hati sang nenek, air matanya kembali mengalir.
Tiba-tiba,
ada seorang ibu yang menghampiri sang nenek. “Apakah tempe yang ibu jual sudah
matang?” tanya sang pembeli.
Sang
nenek menyeka air mata lalu menggeleng, “Belum, mungkin baru matang besok,”
ujarnya.
“Alhamdulillah,
kalau begitu saya beli semua tempe yang ibu jual. Dari tadi saya mencari tempe
yang belum matang, tetapi tidak ada yang menjual. Syukurlah ibu menjualnya,”
ujar sang pembeli dengan suara lega.
“Kenapa
ibu membeli tempe yang belum matang?” tanya sang nenek dengan heran. Semua
orang selalu mencari tempe yang sudah matang.
“Anak
laki-laki saya nanti malam berangkat ke Belanda, dia ingin membawa tempe untuk
oleh-oleh karena di sana susah mendapat tempe. Kalau tempe ini belum matang,
maka matangnya pas saat anak saya sampai ke Belanda,” ujar sang ibu dengan
wajah berbinar.
Inilah
jawaban atas doa sang nenek. Tempe-tempe itu tidak langsung matang dengan
keajaiban, tetapi dengan jalan lain yang tidak dikira-kira. Ingatlah sahabat,
Tuhan selalu punya jawaban terbaik untuk doa umat-Nya. Kadang sebuah doa tak
langsung mendapat jawaban. Kadang doa seseorang tidak dijawab dengan ‘iya’
karena Tuhan selalu punya rencana terbaik untuk hamba-Nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran