Senin, 04 Februari 2013

FENOMENA POLITIK

http://ronibang.blogspot.com

Politik Menurut bahasa arab ialah assiasah yang dipopulerkan kedalam bahasa indonesia yaitu siasat, menurut pemahaman saya adalah siasat yang artinya cara atau taktik, jadi ketika orang masuk kedunia politik berarti masuk dunia yang penuh dengan siasat dan taktik. Siasat ini biasanya dilakukan untuk meraih atau mendapatkan sesuatu, baik itu sesuatu yang baik maupun sesuatu yang buruk. Politik di indonesia pada umumnya dilakukan bagi orang-orang yang menginginkan suatu jabatan maupun kekuasaan, terutama di pemerintahan, baik pemerintah mulai level desa,kota, daerah dan pemerintahan pusat. Padahal sebenarnya politik pada jaman dahulu digunakan dalam siasat peperangan, melumpuhkan lawan dan pertahanan, akan tetapi sekarang digunakan bagi orang-orang yang menginginkn kekuasaan, yang sekarang lebih dikenal dengan politikus.

Para politikus ini biasanya muncul intens ketika menjelang pemilihan umum, baik itu pemilihan daerah maupun pemilu nasional, mulai dari pemilihan Kepala Desa, pemilihan Bupati,Walikota,Gubernur, DPR tingkat Kota Kabupaten, DPR tingkat Provinsi, DPR tingkat Pusat hingga pemilihan Presiden. Para politikus ini hanya mendekat, peduli dan “sok” merkyat ketika ada maunya.
Politik sering menghalalkan segala cara, kawan jadi lawan, lawan jadi kawan, smua bisa terjadi. Banyak ungkapan dari masyarakat bahwa dalam dunia politik tidak ada kawan yang sejati, yang ada hanya kepentingan yang abadi, jadi ketika punya kepentingan siapapun bisa jadi kawan maupun lawan. Ketika menjelang pemilihan kepala daerah semua mengklaim bahwa dirinyalah yang paling membela dan peduli rakyat, tempat-tempat berkumpulnya masyarakatpun selalu dihadiri, kegiatan-kegiatan warga sekecil apapun mereka datangi, semua kegiatan sosial mereka selalu ambil bagian terdepan, termasuk memberikan sumbangan, sampai ada candaan dari teman-teman “kalau ada maunya,peresmian WC pun mereka akan datang”, ungkapan ini karena sudah hafal betul gaya para politikus tersebut. Intinya ketika ada maunya semua akan berubah menjadi sosok malaikat yang selalu membantu dan dekat dengan masyarakat.
Tetapi masyarakat saat ini sudah dewasa, sudah pandai dan sudah hafal mana sosok yang benar-benar calon pemimpin yang baik maupun yag buruk, masyarakat sekarang sudah mulai tahu mana sosok pemimpin yang ideal maupun yang jelmaan, yang hanya mendekat ketika ada maunya. Rakyat hanya butuh sosok, butuh pribadi dan butuh jiwa yang benar-benar bisa memimpin dan mengayomi, tidak banyak janji tapi bukti, dan sosok yang tulus lah yang nanti benar-benar menjadi pilihan rakyat, jadi para politikus boleh melakukan berbagai cara untuk dipilih masyarakat, kalian boleh menggunakan papun dari kalian, termasuk uang kalian, tapi yang benar-benar tuluslah yang akan dipilih rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik Saran