Politik
Menurut bahasa arab ialah assiasah yang dipopulerkan kedalam bahasa indonesia
yaitu siasat, menurut pemahaman saya adalah siasat yang artinya cara atau
taktik, jadi ketika orang masuk kedunia politik berarti masuk dunia yang penuh
dengan siasat dan taktik. Siasat ini biasanya dilakukan untuk meraih atau
mendapatkan sesuatu, baik itu sesuatu yang baik maupun sesuatu yang buruk.
Politik di indonesia pada umumnya dilakukan bagi orang-orang yang menginginkan
suatu jabatan maupun kekuasaan, terutama di pemerintahan, baik pemerintah mulai
level desa,kota, daerah dan pemerintahan pusat. Padahal sebenarnya politik pada
jaman dahulu digunakan dalam siasat peperangan, melumpuhkan lawan dan
pertahanan, akan tetapi sekarang digunakan bagi orang-orang yang menginginkn
kekuasaan, yang sekarang lebih dikenal dengan politikus.
Para
politikus ini biasanya muncul intens ketika menjelang pemilihan umum, baik itu
pemilihan daerah maupun pemilu nasional, mulai dari pemilihan Kepala Desa,
pemilihan Bupati,Walikota,Gubernur, DPR tingkat Kota Kabupaten, DPR tingkat
Provinsi, DPR tingkat Pusat hingga pemilihan Presiden. Para politikus ini hanya
mendekat, peduli dan “sok” merkyat ketika ada maunya.
Politik
sering menghalalkan segala cara, kawan jadi lawan, lawan jadi kawan, smua bisa
terjadi. Banyak ungkapan dari masyarakat bahwa dalam dunia politik tidak ada
kawan yang sejati, yang ada hanya kepentingan yang abadi, jadi ketika punya
kepentingan siapapun bisa jadi kawan maupun lawan. Ketika menjelang pemilihan
kepala daerah semua mengklaim bahwa dirinyalah yang paling membela dan peduli
rakyat, tempat-tempat berkumpulnya masyarakatpun selalu dihadiri,
kegiatan-kegiatan warga sekecil apapun mereka datangi, semua kegiatan sosial
mereka selalu ambil bagian terdepan, termasuk memberikan sumbangan, sampai ada
candaan dari teman-teman “kalau ada maunya,peresmian WC pun mereka akan datang”,
ungkapan ini karena sudah hafal betul gaya para politikus tersebut. Intinya
ketika ada maunya semua akan berubah menjadi sosok malaikat yang selalu
membantu dan dekat dengan masyarakat.
Tetapi
masyarakat saat ini sudah dewasa, sudah pandai dan sudah hafal mana sosok yang
benar-benar calon pemimpin yang baik maupun yag buruk, masyarakat sekarang
sudah mulai tahu mana sosok pemimpin yang ideal maupun yang jelmaan, yang hanya
mendekat ketika ada maunya. Rakyat hanya butuh sosok, butuh pribadi dan butuh
jiwa yang benar-benar bisa memimpin dan mengayomi, tidak banyak janji tapi
bukti, dan sosok yang tulus lah yang nanti benar-benar menjadi pilihan rakyat,
jadi para politikus boleh melakukan berbagai cara untuk dipilih masyarakat,
kalian boleh menggunakan papun dari kalian, termasuk uang kalian, tapi yang
benar-benar tuluslah yang akan dipilih rakyat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik Saran